Zend Framework merupakan framework populer yang dibuat oleh perusahaan Zend Technologies Ltd., perusahaan yang menamakan dirinya “the PHP company”. Zend Framework memiliki fitur yang sangat lengkap dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan dalam melakukan pemrograman web. Zend Framework juga sering dikombinasikan dengan framework lain seperti CodeIgniter atau CakePHP.
Download Zend Framework dari situsnya di http://framework.zend.com/download/latest. Sampai dengan tulisan ini dipublikasikan, Zend Framework telah dirilis sampai versi 1.9.4 Ada dua versi download, yaitu versi Full dan Minimal. Saya sarankan Anda download saja yang versi Full. Mengapa? Karena di dalamnya sudah lengkap beserta beberapa demo dan juga utility lain seperti Dojo Toolkit.
Extract Zend Framework
Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi Zend Framework.
Setelah proses download selesai, maka Anda bisa meng-extract filenya. Jika Anda men-download versi Full maka di dalamnya akan terdapat folder-folder sebagai berikut.
- demos
- externals
- extras
- incubator
- library
- tests
Core atau inti dari Zend Framework ada pada folder ‘library’. Folder ‘demos’ berisi beberapa demo yang bisa coba nantinya. Sementara ini kita abaikan dulu folder-folder yang lainnya.
Untuk Windows
Misalnya Anda menggunakan Windows dan web root folder Anda ada pada folder
C:\apache\htdocs
Maka Anda bisa copy-kan folder ‘library’ di atas ke folder web root, sehingga Zend Framework akan berada pada folder
C:\apache\htdocs\library
Untuk Linux/Unix
Misalnya Anda menggunakan Linux dan web root path Anda ada pada
Maka Anda bisa copy-kan folder ‘library’ di atas ke folder web root, sehingga Zend Framework akan berada pada folder
/usr/local/apache2/htdocs/library
Ingat, path atau folder di atas hanyalah ilustrasi contoh. Anda bisa menyesuaikan dengan keadaan komputer atau sistem yang Anda miliki.
Tambahkan ke include path php.ini
Bagian penting selanjutnya adalah menambahkan path dari Zend Framework ke dalam include path PHP. Caranya adalah dengan meng-edit file php.ini (pada PHP 4) atau php5.ini (pada PHP 5). Anda bisa menemukan file php.ini yang digunakan oleh sistem melalui fungsi phpinfo(). Buka file php.ini dan cari pada bagian
include_path = ....
Biasanya di situ sudah tercantum path defaultnya. Sekarang kita hanya perlu menambahkan path dari Zend Framework ke dalam parameter include_path tersebut. Begini caranya.
Untuk Windows
Misalnya pada default include_path -nya adalah sebagai berikut.
include_path = ".;D:\xampp\php\pear\"
Maka kita tinggal tambahkan path di atas sehingga sekarang parameter include_path akan menjadi seperti berikut.
include_path = ".;D:\xampp\php\pear\;C:\apache\htdocs\library"
Untuk Linux/Unix
Misalnya pada default include_path -nya adalah sebagai berikut.
include_path = ".:/php/includes"
Maka kita tinggal tambahkan path di atas sehingga sekarang parameter include_path akan menjadi seperti berikut.
include_path = ".:/php/includes:/usr/local/apache2/htdocs/library"
Simpan php.ini dan kemudian jangan lupa restart kembali web server (Apache) Anda dan untuk memastikan path Zend Framework sudah masuk ke dalam include_path, maka Anda bisa gunakan kembali function phpinfo().
Buat yang tidak bisa mengedit file php.ini
Terkadang kita tidak bisa mengedit file php.ini karena memang tidak diijinkan. Misalnya saja jika kita berada dalam lingkungan shared hosting. Pihak web hosting biasanya tidak mengijinkan kita untuk mengubah file php.ini pada server. Tapi kita bisa membuat file php.ini sendiri dan kemudian kita isi dengan parameter include_path seperti di atas dan kemudian kita upload file php.ini tersebut ke folder web root dari hosting kita. Shared hosting akan secara otomatis mengenali file php.ini tersebut dan membaca semua parameter yang ada di dalamnya.
Sebagai contoh saya punya account shared hosting di GoDaddy dan di situ saya menginstall Zend Framework. Oleh karena itu saya membuat file php5.ini (karena PHP 5) dan di dalamnya berisi include_path. Saya kemudian mengupload file php5.ini tersebut ke dalam web root dari account shared hosting saya.
Menggunakan fungsi set_include_path()
Cara lainnya untuk menginclude path Zend Framework adalah dengan menggunakan fungsi set_include_path(). Contohnya adalah sebagai berikut.
<?php $path = '/usr/local/apache2/htdocs/library'; // contoh path lokasi Zend Framework set_include_path(get_include_path() . PATH_SEPARATOR . $path); ?>
Yang mana $path di atas menandakan path dari Zend Framework Anda.
Memeriksa instalasi Zend Framework
Setelah langkah-langkah di atas sudah dilakukan maka kita tinggal menguji apakah instalasi kita sudah berhasil atau tidak. Bagaimana caranya? Anda bisa copy folder ‘demos’ ke dalam web root Anda. Di dalam folder ‘demos’ tersebut ada sub folder Zend/Gdata yang mana di dalamnya ada file yang bernama
InstallationChecker.php
Anda bisa jalankan file tersebut dari browser. Contohnya adalah sebagai berikut.
http://domainanda.com/demos/Zend/Gdata/InstallationChecker.php
Gambarnya bisa dilihat seperti pada Gambar 1.
Seringkali ketika menjalankan script InstallationChecker.php di atas muncul error yang berkaitan dengan koneksi SSL. Itu tandanya Anda belum aktifkan extension pada PHP Anda. Untuk itu coba buka file php.ini dan cari baris
extension=php_openssl.dll
dan jika di depan baris tersebut ada tanda ; maka SSL belum aktif. Hilangkan tanda ; di depan barus tersebut dan simpan php.ini dan kemudian restart kembali Apache web server Anda.
Sampai di sini dulu bahasan mengenai instalasi Zend Framework. Zend Framework Anda sudah terinstall dan siap kita gunakan untuk berbagai aksi berikutnya. Kita akan bahas penggunaan Zend Framework dalam berbagai hal dan tujuan melalui tulisan yang lain.